Love yourself first

Don’t forget to fall in love with yourself first. Itu dia intinya. Nah kenapa gue tiba-tiba ngomong kaya gini? Ya jelas, karena ini penting banget. Mungkin terdengar egois atau individualistis banget tapi percaya deh sama gue, ini tuh malah kebalikannya.

Continue reading

Advertisements

Kami

Sulit jika dunia dikuasai mereka yang berbicara
Introversi berakhir inferioritas
Tertanggung sakit akibat bias makna
Tak mampu melepas isi kepala

Ada yang bisa secara alami
Tapi bagi kami, hanya ada jalan keras menguji kemauan hati
Semua jadi sulit dipahami
Dan terasa aman untuk tidak dipahami
Ada yang terkunci, dengan kunci yang sebaiknya jangan dicari

Tak ada yang ditutupi
Kita hidup dalam banyak definisi
Sayangnya yang berbicara mampu berkoalisi
Dan kami terbelenggu kepala sendiri
Dunia lalu menghakimi
Kami diam tanpa defensi
Kita hidup dalam banyak definisi
Tapi jarang ada yang melihat dari banyak sisi

Annizza S
21 April 2014

Untitled

Gue gamau ngomongin apa-apa. Judul postingan udah dibuat jadi ‘untitled’ soalnya ya emang ini tulisan random. Mungkin dalam beberapa hari ini gak akan ngeblog karena kurang bahan, kurang baca, kurang browsing, kurang segala-gala yang diperlukan untuk ngeblog termasuk kurang bahan curhatan. Selain itu harus skripsian juga ngejer deadline seminar kemajuan penelitian, bagian finalisasi memang jauh lebih bikin pusing. Belakangan juga pusing karna sakit gigi udah kelamaan ga kontrol behel. Beuh, ini mah lama-lama jadi curhat juga padahal niatnya ga ngomongin apa-apa *tepok jidat*. Perihal kondisi kesehatan Alhamdulilah tidak terjadi apa-apa yang menggemparkan. Kesehatan dompet ya standar ga semakmur dulu pas ngajar. Kondisi karir belum terpikir nanti sajalah skripsi dulu, tapi gue berniat ngupgrade CV biar hits gitu (nanti abis seminar SIG 2 alias kemajuan penelitian). Kondisi hati… ahem, ciye, cuit cuit, phewwit, kyaa kyaa~ labil banget sih cha *tampol*. Pokonya gitu ya, hehe.

Oke, doakan bisa nulis yang agak bermutu dalam waktu dekat. See ya!

Video

Erroll Garner

Jadi inilah Erroll Garner dan karyanya : Misty, versi original. Misty rupanya pertama di-compose dalam bentuk instrumental. Lihat gaya main pianonya si Erroll yang enjoy banget ini jelas bikin iri. Ternyata doi belajar piano sendiri, dan semuanya mengandalkan kuping. dia bahkan ga bisa baca notasi musik sama sekali. memang pianis jazz dan klasik itu beda bagai langit dan bumi ya..

Bicara Asmara~

Selamat berakhir pekan~

di hari sabtu pagi begini, let me talk about love~ aih mati. memang sebenernya untuk mahasiswa tingkat akhir, ada dua topik yang terlarang namun selalu terbayang : tugas akhir dan cinta terakhir. karena ini hari sabtu, ya marilah sejenak melupakan tugas akhir. tapi gue yakin, mau hari sabtu kek, minggu kek, hari raya kek, nyepi kek, kapanpun itu, yang namanya cinta mah akan selalu terngiang-ngiang, ya kan? ngaku aja deh
Continue reading

Selfnote

Tulisan ini dibuat sebagai reminder buat diri gue sendiri, tentang kekurangan gue yang gue sadari dan gue rasa penting untuk gua rubah. Gue rasa banyak orang juga yang ngerasain hal yang sama. Apa itu?

Lack of concentration

Efeknya banyak banget lhoh, berikut beberapa contohnya
1. Kemampuan membaca menurun drastis. Kayanya jaman gue SD gue masih bisa tuh baca novel selama sejam atau mungkin lebih tanpa terdistraksi. Yang ngebuat gue berenti baca karena gue pusing kebanyakan baca atau kecapean. Tapi sekarang, setengah jam aja udah bye bye. Mending ya setengah jam, seperempat aja udah nyerah. Kalaupun dipaksa, gue cuma kaya robot ngeliatin tulisan, ga ada yang dipahamin.
2. Belajar gak efektif. Duduk di meja belajar sambil baca textbook selama satu jam gak akan menghasilkan apa-apa. Karena gue anak sains, harusnya jenis belajarnya gue adalah latihan soal atau nurunin rumus. Yang terjadi adalah, baru nyoba nurunin dari persamaan awal ke persamaan kedua, gue udah males. Males mikir. Bukannya berjuang lewat segala cara, gue malah yaudah berenti aja gitu dan akhirnya ga ngelanjutin. Gue berhipotesis, tapi males klarifikasi. Alhasil, apa-apa yang harusnya bisa gue pahami dari awal, malah jadi ketunda berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Padahal ya, yang namanya materi sekarang berserakan dimana-mana. Kalaupun males baca, ada youtube! Lu mau kuliah apa juga ada di youtube, mulai dari kalkulus dasar sampe aljabar abstrak ada disana. Tapi kalau konsentrasi minim, males mikir, males klarifikasi, ya kelaut aja lah sana tenggelem.
3. Gak ada yang kelar. ‘Waktu’ itu gak paralel supaya kita cuman bisa ngerjain satu hal di satu kesempatan. Harusnya tuh kalau lagi ngerjain A ya fokus aja di A, jangan mikirin B atau C. Otak tuh capek dipaksa mikir bolak balik dari A ke B ke C. Yang ada tuh bukannya kepegang tiga-tiganya, malah tiga-tiganya berantakan. Nah gue banget tuh. Semua jadi ala kadarnya.

Itu yang gue rasain. Dan gue harus berubah. Harus banget. Biar waktu gue lebih efektif. FOKUS CHA!!

Begitu Saja

Ibuku selalu berkata
Berdoa itu ada adabnya
Mintalah yang terbaik
Jangan terlalu spesifik
Tapi jika minta yang spesifik memangnya salah?
Tidak juga
Yang terasa baik belum tentu yang terbaik
Yang tak pernah terpikir bisa jadi adalah yang terbaik
Begitu saja

Annizza S
April 2014

Anomali

ada suatu anomali logika

noda hitam bagi rasionalitas

kala manusia tak punya suatu apa selain kesadaran diri

ia masih bisa berbagi

berbagi suka

padahal dirundung duka

membasuh luka

padahal sekarat

memecah sepi

padahal hanya seorang diri

melempar senyum

padahal dikuasai kalut

tak pernah ada yang hilang saat memberi

karena sejatinya tak ada yang bisa dimiliki

selain kesadaran diri

 

Annizza S
April 2014

Music (School) Business

Mungkin baru dalam hitungan minggu, atau mungkin hari, salah satu sekolah musik di bilangan Cinere mengalami pergantian nama. Awalnya sekolah musik tersebut berinisial VVV, sekarang berubah menjadi AG. Dengan mudah kita dapat menduga bahwa sekolah musik yang lama bangkrut kekurangan murid. Sejak pertama dibuka memang ruko tempat sekolah musik ini berdiri selalu terlihat sepi. Sekarang pun, setelah pergantian nama (dan mungkin keseluruhan manajemen), tetap terlihat sepi.
Continue reading

Tidurlah

langkah gontai
Bumi menyerap cahaya
Tersisa panas berontak lepas
Dari tanah menuju udara
Dan sisa gairah menumbuhkan asa
Esok kita berlarian
Memanjat langit
Seluncur cakrawala
Hingga langkah kembali gontai
Jika lelah.. maka tidurlah..

Ditulis dalam rangka bulan puisi, diharapkan menulis puisi setiap hari
Selamat malam
Jika lelah.. maka tidurlah..