Baca Blog

Belakangan ini gue cukup sering melihat blog orang-orang. Ralat. Gak sesering itu sih. Tapi gue suka ngebaca blog orang-orang. Sebenernya dari awal, pemahaman gue tentang blog dan blogging sesederhana ‘diary umum’ dan ‘nulis diary’. Jadi yang namanya blog itu, menurut gue, ya bebas, sebebas isi kepala si penulis blog. Ada blogger yang yang sukanya curhat plek-plekan, terbuka seterbuka-terbuka-nya, segala kejadian di hidupnya ditulis persis presisi, mulai dari lokasi kejadian, waktu kejadian, sampe orang-orang yang terlibat di kejadian hidupnya itu ditulis. Satu lagi yang gak kelupaan adalah perasaan dia saat mengalami kejadian-kejadian tersebut. Ada juga blogger yang sukanya komentar ini itu mengenai fenomena yang kerap terjadi di sekelilingnya dia, mulai dari fenomena sehari-hari, sampe yang berat-berat kaya pemilu-pilpres gitu. Inti dari tulisan-tulisan para blogger sebenernya adalah mereka nyampein pendapat mereka, entah itu untuk hal yang terjadi pada diri mereka sendiri, atau untuk hal-hal lain.

kalau inget-inget tentang apa yang memang seharusnya kita dapetin di negara demokrasi (tsah, berat amat bahasan gue), nulis blog itu termasuk dalam kebebasan menyampaikan pendapat dan kebebasan mengekspresikan diri. Menurut gue, di jaman sekarang ini, kedua hal tadi udah bener-bener terwujudkan. Siapapun boleh nulis apapun di blognya, ya asal gak macem-macem sama hal paling mendasar yaitu SARA. Tapi ternyata kebebasan ini punya efek buruk buat si blogger itu sendiri. Soalnya, kebebasan seseorang untuk nyampein pendapat atau ekspresiin diri seringnya dijadiin bulan-bulanan buat orang lain. kok bisa gitu? mari kita bahas.

blog itu menarik. walaupun suatu blog isinya cuma catatan harian si blogger, blog bisa jadi inspirasi banget buat orang-orang. blog yang inspiratif jelas langsung dikaitkan dengan sang blogger yang juga emang inspiratif. inspiratif disini contohnya mungkin kaya  kejadian-kejadian di hidup sang blogger yang berhasil dia lewati dengan mendapatkan pelajaran berharga. terus si blogger pun menuliskan hal tersebut di blognya, lalu orang-orang pun membaca, dan kemudian terinspirasi. inspiratif bisa juga kaya karya-karya si blogger (entah lagu, puisi, gambar, foto, film, apapun itu) yang dia post di blog dan pada postingan tersebut, si blogger memaparkan latar belakang dari karyanya : apa inspirasi dari karya tersebut, gimana kisah dibalik lahirnya karya tersebut, dll. nah sekarang, apapun itu, postingan yang inspiratif dari suatu blog pasti akan membuat orang-orang terkesan, dan mulai membuat orang-orang menganggap si blogger adalah motivator, orang yang bisa nyelesein masalah, orang yang bijak, orang yang keren, orang yang pokoknya segalanya. mungkin memang bener kaya gitu, tapi yang namanya manusia jelas pasti punya kekurangan kan, termasuk lah si blogger yang sebenernya cuma manusia biasa yang sharing hal-hal berharga di hidupnya dia dan kebetulan hal berharga tersebut membuat orang-orang terinspirasi. sayangnya, orang-orang jaman sekarang keburu nafsu mendewakan orang lain. komen-komen bisa masuk ke suatu blog, stranger manapun bisa ngehubungin si blogger lewat email, dan mereka mulai nanya ini itu, ngejudge, minta pendapat, minta masalahnya diselesein, curhat, dan lain lain. lhah piye?

masalah lain muncul kalau-kalau si blogger tiba-tiba ngepost sesuatu yang, menurut orang lain, gak banget. para pembaca yang tadinya respek banget sama si blogger bisa tiba-tiba berubah 180 derajat jadi sebel banget sama blogger tersebut. pembaca bilang mereka kecewa lhah, ga nyangka lhah, ini lah, itu lhah. lhah piye?

menurut gue, masyarakat kita jaman sekarang ini sulit untuk dapat melihat hal-hal yang sebenarnya telah ada dalam diri mereka. jadi mereka suka untuk mencari sesuatu di luar diri mereka untuk dapat dijadikan pegangan, tujuan, role model, atau apapun itu istilahnya. kalau ngomong dalam konteks inspirasi, setiap orang yang bisa membuka diri dan melihat dari sudut pandang berbeda pasti akan melihat inspirasi bertebaran di sekitar mereka. memang blog adalah salah satu sumber inspirasi. tapi yang perlu digarisbawahi adalah apa yang ditulis di blog adalah suatu hal personal yang kebetulan aja dialami oleh seorang blogger, jadi hal tersebut pun berubah, dari cuman pengalaman pribadi, menjadi postingan yang inspiratif. kalau misal seseorang yang mengalami suatu hal inspiratif kebetulan bukanlah seorang blogger, ya pasti gak akan ada postingan inspiratif. intinya semua orang pasti pernah mendapatkan pengalaman berharga dalam hidup mereka, pasti punya ide yang brilian, pasti punya hal yang membanggakan, tapi gak semua orang menuliskan hal tersebut. nah disini letak kelebihan dari orang-orang yang menulis, mereka merekam apa yang pernah mereka alami dalam bentuk yang abadi dan terstruktur rapi : tulisan. dan saat mereka mempublikasikan tulisan mereka, tulisan itu serta merta mewujud jadi label atas diri mereka sendiri. you are what you write. nah kembali lagi ke kondisi orang-orang yang seakan butuh banget inspirasi dari luar diri mereka sendiri, saat membaca blog atau tulisan apapun yang berbicara mengenai inspirasi, orang-orang pun lupa bahwa inspirasi itu adanya dalam diri mereka sendiri. orang-orang menganggap bahwa apa yang dialami blogger bisa diaplikasikan ke diri mereka sendiri. lebih parahnya lagi, si blogger dianggep dewa bisa nyelesein masalah apapun. padahal engga gitu. pengalaman yang ditulis seorang blogger boleh dijadiin panduan, tapi jangan sama-samain pengalaman seseorang dengan kepribadian orang tersebut. satu postingan gak bisa ngedefinisiin sebenernya satu orang itu sifatnya kaya apa. soalnya kalau kita salah menilai, masalah lain muncul.

kaya yang gue tulis di atas, blog itu sebenernya cuma diary. bedanya adalah blog bukan diary dibawah bantal ala ala remaja tempo dulu, blog adalah diary yang bisa diakses setiap orang, catet ya, setiap orang. dan yang namanya diary, jelas isinya gak semua inspirasional penuh kisah kisah penuh hikmah. sering juga isinya sampah otak, ngeluh, ini, itu, pokonya yang negatif-negatif. nah, seperti pepatah tempo dulu, nila setitik rusak susu sebelanga, satu postingan aja bisa ngerusak citra blogger walaupun dia udah nulis kisah-kisah inspiratif pengalaman hidupnya segambreng-gambreng. mari kembali ke kasus orang-orang yang butuh banget inspirasi. saat postingan yang gak sesuai sama keinginan mereka muncul, mereka jadinya kesel, ngejudge, sebel sama si blogger. mereka merasa bahwa penilaian mereka selama ini salah terhadap si blogger. “awalnya gue pikir dia keren loh lewat blognya, eh rupanya dia….” , “ih kok postingannya gini sih…” bla bla bla.. kasian dong si bloggernya, dia cuma manusia biasa loh, bedanya cuma dia ngeblog, yang lain belum tentu ngeblog. jadi pembaca juga harus cerdas, tiap orang punya background masing-masing, punya pola pikir masing-masing, punya sisi kelam masing-masing. si pembaca juga kan punya sisi kelam, jadi kenapa harus ngejudge sisi kelam orang lain?

dari tadi gue ngomong seakan-akan pembaca yang seringnya salah banget. sebenernya, si blogger juga ga lepas dari kesalahan kok. ini pendapat pribadi gue, tulisan itu sama kaya omongan, harus dijaga. lo boleh kesel, ngumpat, ngeluh, nulis apapun di blog. lo boleh bilang lo ga peduli sama judgement orang, lo boleh bilang lo mau jadi diri lo sendiri apa adanya which means lo boleh ekspresiin diri lo di saat-saat paling kacrut sekalipun. lo boleh bilang itu fine-fine aja untuk ngata-ngatain orang, dan dengan lo melakukan itu artinya elo bukan orang yang suka pencitraan. ya boleh sih. tapi, ngejaga tulisan itu bagian dari iman. ngehindarin diri dari fitnah juga. penulis pro aja bisa bikin pembaca salah paham, apalagi cuman blogger biasa yang kemampuan nulis pas-pasan. nulis saat kemakan emosi sih emang bikin lega, tapi untuk ngepost di blog? pikirin 7834x lagi deh mending. gue sendiri suka nulis, tapi gak semua yang gue tulis gue post di blog. kalau lagi pengen komentar negatif sesuatu yang sebenernya emang perlu dikomentarin negatif, ya gue bakal nulis, tapi gak langsung gue post. ada beberapa hal yang sebaiknya jadi konsumsi pribadi daripada gak bisa dipertanggungjawabkan di khalayak ramai.

gue sendiri lebih sering jadi pembaca daripada jadi blogger. dan buat gue baca blog itu seru banget. blog seru walaupun yang diceritain sama blogger cuma apa yang dia lakukan sehari-hari. kalau mahasiswa kerjanya cuma nugas nugas nugas, kalau ibu rumah tangga kerjanya cuma ngurus anak ngurus suami, kalau mahasiswa tingkat akhir kerjanya cuma revisi revisi revisi, ya gitu gitu aja. tapi karena gitu-gitu aja makanya seru. karena cuma dari kegiatan satu hari yang mungkin gak fancy fancy amat, seseorang bisa sharing banyak hal dengan gak mengada-ngada, gak dibuat-buat. gue suka menilai fiksi, bagus apa engga, seru atau engga, gaya bahasanya menarik atau engga, alurnya logis apa engga. tapi kalau blog, gue gak akan nilai hal-hal tersebut. ya kalau kebetulan nemu orang yang nulis dengan gaya apik ya alhamdulillah, kalau engga ya gapapa juga. gue juga ngerasa fine-fine aja kalau orang nyatain pendapat tanpa didukung sumber-sumber valid. ya asal pendapatnya logis sih ya gapapa. kan ga semua blogger ngelakuin research sebelum nulis. seringnya blogger nulis berdasarkan perasaan pribadi aja, berdasarkan yang dia tau aja (tapi pengetahuan terbatas). ya gapapa kan?  justru disitu serunya. tapi kalau ngeliat orang-orang komen sotoy terus ngejudge atau malah mendewakan atau sejenisnya, gue gerah. makanya gue nulis postingan ini. gitu aja sih. hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s