Lalu apa?

3 Juli 2014 saya resmi menyandang gelar baru : sarjana. Lalu apa?

Hingga saat-saat terakhir saya akan menjalani sidang yudisium (pagi hari di tanggal 3 Juli 2014), saya masih berencana untuk langsung update blog dengan berbagai kegembiraan, euforia gelar sarjana. Tapi satu hari setelah saya resmi menyandang gelar tersebut, yang terlintas malah hal lain. Tidak dengan niat untuk mengurangi rasa bersyukur, tapi yang terpikir di benak hanyalah satu frasa : lalu apa?

Empat tahun berlalu dengan belajar matematika lantas tidak membuat saya tiba-tiba jadi Profesor Kalkulus, walaupun orang tua dan saudara selalu menganalogikan kehidupan saya dengan karakter fiksi tersebut. Satu hari paska jadi sarjana saya coba merunut perubahan yang terjadi pada diri saya. Realitas yang terpapar dalam memori membawa saya ke kesimpulan bahwa perubahan terbesar dalam diri saya berada dalam isi kepala. Sebelum saya menuliskan tulisan ini, saya sedikit jalan-jalan ke blog yang saya tulis sebelumnya. terhitung 2008, saya telah memiliki 4 buah blog (yang saya ingat), berikut adalah alamat dari masing-masing blog :

cichasiagian.blogspot.com

sitinurulannizza.blogspot.com

kotak-sampah.tumblr.com

cichasiagian.wordpress.com

Saya bersyukur di detik ini, blog-blog tersebut masih ada. Padahal saya ingat jelas, saat saya membuat blog baru, biasanya saya tidak mau melihat-lihat lagi blog yang lama. Entah kenapa di saat-saat itu saya merasa tulisan saya di blog terdahulu tidak bermutu, oleh karenanya saya harus berpindah ke blog yang baru. Tapi sekarang saya bersyukur, saya masih bisa melihat rekam jejak isi kepala saya untuk 6 tahun ke belakang walaupun potret yang tersimpan sangat minim. Dan mengenai mutu atau kualitas tulisan, saya sekarang tidak lagi peduli. Menulis bertujuan untuk merekam pikiran; layaknya berbicara, menulis juga harus diasah, dan cara mengasahnya hanya dengan satu cara : terus menulis dengan konsisten. Saya jadi merasa sedikit menyesal menyadari bahwa saya tidak banyak menulis di periode 2008-2010 (masa-masa SMA). Saya ingat di kala itu saya banyak mengkhawatirkan perihal kualitas dari tulisan sehingga saya urung untuk menulis lebih lanjut. Begitu juga yang terjadi di periode 2010-2014 (masa perkuliahan), padahal banyak yang terjadi yang membuat isi kepala saya berubah, tapi tidak ada dokumentasi. alhasil, saya jadi kehilangan kejelasan atas diri saya sendiri.

Saya di waktu sma cuma punya dua hal di kepala : belajar dan buat film. Perihal belajar, semenjak sma kelas satu saya terbiasa untuk membuat diri saya well-organized. Jadi, saya belajar bukan untuk ‘belajar’, saya belajar karena itu adalah kegiatan yang menuntut organisasi waktu dan diri yang baik. Saya tidak senang belajar, tapi saya senang melihat diri saya punya kegiatan terstruktur rapi. Hal ini tidak saya sadari di sma, jelas tidak–hal ini baru saya sadari sekarang, 6 tahun kemudian. Itulah salah satu contoh perubahan isi kepala saya. Sekarang saya menganggap belajar tanpa tujuan untuk benar-benar ‘belajar’ adalah sia-sia. Jadi yang saya lakukan selama sma sebenarnya omong kosong. Tapi saya bersyukur, setidaknya belajar di zaman itu jadi bekal saya untuk diterima di ui.

Hal lainnya adalah membuat film, mungkin membuat film adalah kegiatan kreatif paling menyenangkan buat saya di kala itu. Jika harus berkaca dengan isi kepala saya sekarang, saya akui saya tidak bisa kembali ke saat-saat saya tergila-gila dengan screenwriting. Ide saya tidak seliar dulu, tidak se-vulgar dulu, tidak se-fluktuatif dulu, tidak se-berani dulu, tidak se-nekat dulu. Saya, di zaman sma, jauh lebih kritis terhadap banyak hal ketimbang saat ini. Saya mengkritisi pemilu, meng-tahi kucing-kan hukum, membego-bego-kan pemikiran orang. Tapi itu semua bukan masalah, karena saat itu saya masih sma. Potret anak sma itu menarik: kritis dan naif. Hanya saat di sma seseorang bisa menyatakan judgement tanpa landasan apapun, simply because she or he were just a highschool student.

Tapi kemudian perguruan tinggi merombak segala hal yang pernah mampir di kepala saya. saya berkelit dengan sistem akademis yang mengedepankan nalar. kreativitas mati? jelas, saya mengalaminya. seorang teman dekat masa SMA, Deden, lantas mengatakan “otak lu udah lama kerendem di ruang vektor”. FYI, ruang vektor itu struktur di aljabar linier; konsep pertama yang merobohkan kepercayaan hidup saya bahwa 1+1 secara mutlak sama dengan 2 (secara matematis itu tidak tepat). empat tahun saya habiskan untuk belajar berpikir matematis : melihat pola, keterkaitan, kemungkinan, manipulasi, dll. output dari proses tersebut hanyalah satu : perubahan isi kepala. perubahan isi kepala, entah sial atau untung, membuat saya sering mencari-cari pola dari banyak hal. sejujurnya menyenangkan ketika kita mampu melihat suatu hal secara utuh lewat pola, tidak setengah-setengah. lalu pertanyaan yang muncul adalah : buat apa?

enam tahun lewat dengan perubahan fisik yang tidak signifikan, perubahan isi kepala yang sangat signifikan, serta perubahan mental yang, well, saya sendiri tidak bisa menilainya. kalau sudah jadi sarjana lalu apa? pendidikan senilai puluhan juta yang menguras ribuan jam tenaga pikiran toh pada akhirnya hanya merubah pola pikir. perkara tujuan hidup, gelar ini tidak memberikan sumbangan yang signifikan. hingga pagi ini saya masih termakan euforia, saya sarjana, saya berhasil menulis skripsi, saya berhasil menempuh pendidikan selama 4 tahun, saya menjalani pendidikan sebanyak 146sks. tapi pertanyaan itu muncul, runtuhlah semua euforia, yang tersisa tinggal langkah taktis, kesadaran bahwa setelah ini saya hidup di atas kaki saya sendiri karena sudah saatnya bagi orang tua saya menikmati hari tuanya, kesadaran bahwa hanya perubahan isi kepala yang jadi bekal saya, kesadaran bahwa ada satu pertanyaan yang tersisa yang belum bisa saya jawab : lalu apa?

Cinere, 4 Juli 2014

Annizza Siagian, S.Si

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s