cakap-cakap Pilpres 2014

sebelum gue kehilangan momen, gue pengen nulis tentang Pemilihan Presiden 2014. bukannya mau ikut-ikutan, tapi memang kali ini pilpres-nya menarik, bahkan terlampau menarik, gue sendiri juga heran.

Kayanya baru sekarang ini yang namanya Pilpres jadi ajang yang bener-bener dahsyat sampe-sampe angka golput berkurang drastis. Baru kali ini juga gue merasakan arus fanatisme yang berlebihan untuk masing-masing calon. baru kali ini juga gue mendapati gencarnya black-campaign yang luar biasa di setiap lapisan masyarat, mulai dari tabloid-tabloid propaganda, sampai berbagai info di social media. baru kali ini Pilpres membuat gue merasa bahwa ajang ini adalah ‘penentuan masa depan Indonesia’. semua orang membicarakan, semua orang membela calon pilihannya. gue pun akhirnya mengikuti perkembangan Pilpres ini, mulai dari pembentukan koalisi sampai debat capres-cawapres.

Continue reading

Lalu apa?

3 Juli 2014 saya resmi menyandang gelar baru : sarjana. Lalu apa?

Hingga saat-saat terakhir saya akan menjalani sidang yudisium (pagi hari di tanggal 3 Juli 2014), saya masih berencana untuk langsung update blog dengan berbagai kegembiraan, euforia gelar sarjana. Tapi satu hari setelah saya resmi menyandang gelar tersebut, yang terlintas malah hal lain. Tidak dengan niat untuk mengurangi rasa bersyukur, tapi yang terpikir di benak hanyalah satu frasa : lalu apa?

Continue reading